SLEMAN – Semangat membangun ekonomi kalurahan melalui inovasi yang terus ditunjukkan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Ayodya Tulada Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan. Melalui pengembangan Greenhouse Melon Grembyangan, Bumkal menghadirkan Open Farm Wisata Petik Melon yang dipadukan dengan berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan pelestarian lingkungan sebagai upaya menciptakan kawasan wisata pertanian yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.
Selama tiga hari, 17–19 Juli 2026, masyarakat diajak menikmati pengalaman memetik melon langsung dari kebun secara gratis tanpa tiket masuk (Free HTM). Pengunjung dapat melihat proses budidaya melon modern, memamerkan sendiri buah pilihan, hingga membawa pulang hasil panen dengan harga yang terjangkau.
Tidak hanya menawarkan wisata petik melon, kawasan Wisata Grembyangan juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Pembukaan kegiatan diawali dengan Senam Massal PKK Madurejo, dilanjutkan dengan Gerakan Indonesia Asri (AMAN, Sehat, Resik, Indah) bersama Kapanewon Prambanan, dan ditutup dengan Panen Raya Melon sebagai simbol keberhasilan pengembangan pertanian modern berbasis kalurahan.
Direktur Bumkal Ayodya Tulada menyampaikan bahwa pengembangan green house melon merupakan langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami ingin membuktikan bahwa pertanian desa dapat dikelola secara profesional, modern, dan mampu menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Greenhouse melon ini bukan sekadar tempat budidaya, tetapi menjadi pusat edukasi, promosi produk lokal, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Melon yang dibudidayakan merupakan buah berkualitas yang ditanam dengan sistem budidaya modern tanpa penggunaan bahan kimia berlebihan sehingga menghasilkan buah yang segar, manis, dan sehat. Selain melon, Bumkal juga mengembangkan produk unggulan lainnya seperti telur bebek omega, sehingga memberikan pilihan produk lokal yang semakin beragam kepada masyarakat.
Pemerintah Kalurahan Madurejo memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kawasan wisata pertanian ini. Kehadiran Greenhouse Melon Grembyangan dinilai menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah kalurahan, Bumkal, kelompok tani, dan masyarakat mampu melahirkan usaha desa yang produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Lebih dari sekedar destinasi wisata, kawasan Grembyangan juga mengusung pesan penting mengenai pelestarian lingkungan. Melalui aksi bersih lingkungan, gotong royong, penghijauan, dan edukasi kepada pengunjung, Bumkal ingin membangun kesadaran bahwa keberhasilan sektor pertanian harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam.
Konsep ini menjadi bukti bahwa Bumkal tidak hanya berfokus pada keuntungan usaha, tetapi juga mengedepankan manfaat sosial, pendidikan, dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan. Model usaha seperti ini dinilai sangat relevan dalam mendukung penguatan ekonomi desa serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Dengan semakin berkembangnya Greenhouse Melon Grembyangan, Kalurahan Madurejo optimis dapat menjadi salah satu ikon agrowisata berbasis Bumkal di Kabupaten Sleman, bahkan menjadi rujukan bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha desa yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, Bumkal Ayodya Tulada mengajak masyarakat untuk datang, menikmati suasana alam, belajar tentang pertanian modern, serta mendukung produk-produk lokal hasil karya masyarakat desa.
“Dari kebun desa lahirlah harapan baru. Greenhouse Melon Grembyangan bukan hanya menghadirkan buah berkualitas, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa desa mampu menjadi pusat inovasi, ketahanan pangan, dan penggerak ekonomi masa depan.”

Posting Komentar