TPP Sleman Didorong Melek Digital, Penguatan Media Sosial Jadi Indikator Kinerja

 


Sleman, 6 April 2026 - Upaya peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam pemanfaatan media sosial terus diperkuat sebagai bagian dari tuntutan kinerja pendampingan di era digital. Hal ini disampaikan oleh narasumber, Murtodho, dalam kegiatan peningkatan kapasitas media sosial bagi TPP.

Dalam paparannya, Murtodho menegaskan bahwa seluruh TPP diharapkan tidak hanya memahami, tetapi juga aktif dan familiar dalam penggunaan media sosial. Hal ini dikarenakan aktivitas digital tersebut telah menjadi bagian dari indikator kinerja TPP dan masuk dalam menu DRP (Daily Report Pendamping).

“Media sosial bukan sekadar dokumentasi, tetapi menjadi bukti kinerja pendampingan. Apa pun yang dilakukan setiap hari harus bisa diinformasikan secara baik kepada publik,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, seluruh kapanewon diwajibkan memiliki weblog sebagai sarana publikasi kinerja. Weblog tersebut berfungsi untuk menyampaikan berbagai aktivitas pendampingan, mulai dari fasilitasi perencanaan pembangunan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga upaya penanggulangan stunting.

Dengan adanya weblog ini, diharapkan masyarakat dapat mengetahui secara transparan berbagai program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh para pendamping di lapangan.

Tidak hanya menyampaikan pentingnya media sosial, Murtodho juga memberikan praktik langsung berupa tutorial pembuatan weblog menggunakan platform Blogger.

Adapun langkah-langkah yang disampaikan meliputi:

1. Persiapan Awal
Peserta diminta memastikan telah memiliki akun Google (Gmail) aktif, serta menyiapkan nama blog dan alamat domain yang menarik.

2. Proses Pembuatan Blog
Peserta diarahkan untuk mengakses situs Blogger, kemudian login menggunakan akun Google. Selanjutnya, peserta diminta mengisi judul blog, menentukan alamat URL yang tersedia, serta mengatur nama tampilan sebagai penulis. Setelah proses tersebut selesai, blog dapat langsung digunakan.

3. Pengelolaan Blog
Setelah blog terbentuk, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan lanjutan, seperti memilih tema tampilan, membuat postingan pertama, mengatur tata letak, hingga peluang monetisasi melalui Google AdSense.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas digital TPP, sehingga setiap kegiatan pendampingan dapat terdokumentasi dengan baik, terpublikasi secara luas, serta memberikan dampak positif terhadap transparansi dan akuntabilitas kinerja.

Dengan penguatan media sosial dan weblog, peran TPP tidak hanya sebagai pendamping di lapangan, tetapi juga sebagai agen informasi yang mampu menyampaikan capaian pembangunan desa kepada masyarakat secara lebih terbuka dan profesional.(guns)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama