BUMKal Sari Dewi Maguwoharjo Siap Menjadi Ikon Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi

Maguwoharjo, Sleman – Semangat membangun kemandirian ekonomi desa terus tumbuh di Kalurahan Maguwoharjo. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola BUMKal Sari Dewi, pemerintah kalurahan menegaskan komitmennya untuk memperkuat BUMKal sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh Pamong Kalurahan Maguwoharjo, jajaran pengelola BUMKal Sari Dewi, serta Pendamping Desa. Hadir sebagai narasumber Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman dan Direktur BUMKAL Wukirsari, Cangkringan, yang berbagi pengalaman serta strategi dalam membangun tata kelola kelembagaan dan pengembangan usaha desa.

Dalam pemaparannya, TAPM Kabupaten Sleman menekankan bahwa keberhasilan BUMKal tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan dan kualitas tata kelola. Penguatan organisasi, pembagian tugas yang jelas, penyusunan SOP, serta penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi fondasi penting agar BUMKal mampu berkembang menjadi lembaga ekonomi desa yang dipercaya masyarakat.

Sementara itu, Direktur BUMKal Wukirsari membagikan praktik baik mengenai pengelolaan keuangan dan administrasi usaha. Pengalaman Wukirsari dalam mengembangkan berbagai unit usaha menjadi inspirasi bagi BUMKal Sari Dewi untuk terus meningkatkan kualitas pembukuan, pelaporan keuangan, hingga pemanfaatan sistem administrasi yang lebih modern dan efisien.

Direktur BUMKal Sari Dewi, Maryono, mengungkapkan bahwa hasil dari pengembangan unit usaha mulai menunjukkan capaian yang membanggakan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya melon berbasis greenhouse yang kini telah memasuki masa panen kedua.

Keberhasilan usaha tersebut terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat saat kegiatan wisata petik melon dibuka untuk umum. Dalam setiap panen, seluruh hasil produksi mampu terjual habis hanya dalam waktu sekitar dua jam. Fenomena ini menunjukkan bahwa produk pertanian berkualitas yang dikelola secara profesional memiliki daya tarik pasar yang sangat tinggi.

Tidak hanya menjadi destinasi wisata edukasi, kawasan greenhouse BUMKal Sari Dewi juga mulai dilirik berbagai pihak. Banyak masyarakat maupun calon investor yang menyatakan minat untuk menjalin kerja sama pengembangan usaha. Bahkan, lokasi budidaya tersebut kini menjadi tempat magang bagi mahasiswa dari Politeknik Pertanian dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) sebagai sarana pembelajaran praktik pertanian modern berbasis desa.

Selain usaha melon, BUMKal Sari Dewi juga mengembangkan unit budidaya ayam petelur melalui kerja sama strategis dengan BUMKal Wukirsari, Cangkringan. Kemitraan antar-BUMKal ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat memperkuat kapasitas usaha desa, mulai dari transfer pengetahuan, pengelolaan produksi, hingga pengembangan jaringan pemasaran.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak selalu harus berjalan sendiri. Sinergi antar-BUMKal justru membuka peluang terciptanya ekosistem usaha yang lebih kuat, efisien, dan saling menguntungkan.

Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo berharap kegiatan peningkatan kapasitas ini mampu melahirkan pengelola BUMKal yang semakin profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan inovasi-inovasi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, BUMKal Sari Dewi diharapkan tidak hanya menjadi sumber Pendapatan Asli Kalurahan (PAKal), tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi ekonomi desa, pencipta lapangan kerja, sekaligus model pengelolaan usaha desa yang dapat menginspirasi kalurahan lain di Kabupaten Sleman maupun tingkat nasional.

Dengan semangat kolaborasi, tata kelola yang baik, dan keberanian berinovasi, BUMKal Sari Dewi membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang maju, mandiri, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Dari sebuah greenhouse di Maguwoharjo, tumbuh harapan baru bahwa masa depan ekonomi desa dapat dibangun dari kerja keras, profesionalisme, dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama