Caturharjo, Sleman — Musyawarah Kalurahan dalam rangka Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMKal Bina Makmur Caturharjo Tahun Buku 2025 berlangsung dengan lancar dan penuh semangat evaluasi serta perbaikan ke depan. Forum ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran BUMKal sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat komitmen tata kelola yang lebih profesional.
Dalam sambutannya, Lurah Caturharjo menegaskan bahwa keberadaan BUMKal memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kalurahan. Ia berharap ke depan pengelolaan BUMKal semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Sleman menekankan pentingnya pengelolaan BUMKal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini terutama terkait kelengkapan laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, arus kas, serta catatan atas laporan keuangan. Selain itu, pengurus juga didorong untuk lebih berani dalam mengeksekusi program usaha sebagai langkah penguatan kinerja.
Arahan serupa disampaikan Panewu Sleman yang menegaskan bahwa BUMKal harus terus dikembangkan sebagai pilar ekonomi lokal. Sinergi antar kelembagaan di kalurahan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat keberlanjutan usaha dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Direktur BUMKal Bina Makmur menyampaikan capaian kinerja Tahun Buku 2025. Tercatat, pendapatan usaha mencapai Rp 93.080.500 dengan total beban usaha sebesar Rp 85.128.636, sehingga menghasilkan laba bersih sebesar Rp 7.951.864. Dari sisi aset, total aset BUMKal mencapai Rp 717.968.861, yang terdiri dari aset lancar Rp 129.064.861 dan aset tetap Rp 588.904.000.
Adapun modal BUMKal tercatat sebesar Rp 694.623.000 dengan saldo laba akhir Rp 23.345.861 serta saldo kas akhir Rp 103.622.861. Untuk kontribusi kepada kalurahan, BUMKal telah menyalurkan bagi hasil Tahun 2025 sebesar Rp 3.408.000, dengan total akumulasi bagi hasil sejak 2023 hingga 2025 mencapai Rp 9.952.500.
Direktur juga menyampaikan bahwa kegiatan usaha BUMKal saat ini masih berfokus pada sektor perdagangan umum, khususnya balai lelang cabai. Ke depan, diperlukan penguatan pada aspek tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan unit usaha baru yang lebih produktif.
Dalam sesi tanggapan, peserta musyawarah memberikan berbagai masukan konstruktif. Di antaranya perlunya peningkatan kapasitas pengurus dalam pengelolaan usaha dan administrasi keuangan, pengembangan unit usaha yang berkelanjutan, peningkatan transparansi laporan kepada masyarakat, serta penguatan sinergi dengan lembaga kalurahan lainnya.
Berdasarkan hasil musyawarah, forum secara bulat menerima dan mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Bina Makmur Tahun Buku 2025. Selain itu, pengurus BUMKal diminta untuk segera menyempurnakan tata kelola administrasi dan keuangan, mengoptimalkan pelaksanaan program kerja, serta berani melakukan ekspansi usaha yang potensial.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan guna memastikan BUMKal Bina Makmur dapat tumbuh lebih kuat, profesional, dan berdampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Caturharjo.(guns)
Posting Komentar