Trimulyo Mantapkan Langkah Menuju Kalurahan Terbaik DIY 2026, Inovasi dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama

 

Sleman – Semangat membangun dari akar rumput kembali ditunjukkan Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. Pada Kamis (25/6/2026), Kalurahan Trimulyo menerima Tim Klarifikasi Lapangan Lomba Kalurahan Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 sebagai tahapan penting dalam proses penilaian setelah lolos seleksi administrasi.

Kehadiran tim penilai dari Pemerintah Daerah DIY disambut hangat oleh Lurah Trimulyo Cholik Harmoko, S.TP., NL.P., seluruh pamong kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, kader, serta jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (Dinas PMK) Kabupaten Sleman. Suasana penyambutan berlangsung penuh semangat, mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kalurahan yang maju dan berdaya saing.

Kegiatan klarifikasi lapangan bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi momentum untuk menunjukkan bagaimana inovasi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan partisipasi masyarakat telah tumbuh menjadi budaya pembangunan di Kalurahan Trimulyo.

Mengusung slogan "Trimulyo Unggul, Makmur, Berbudaya", kalurahan ini terus melakukan transformasi melalui penguatan pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelestarian budaya, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan modern. Dengan wilayah seluas sekitar 579 hektare yang terdiri atas 14 padukuhan dan lebih dari 10 ribu penduduk, Trimulyo berhasil memadukan potensi agraris dengan inovasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Salah satu kekuatan utama yang dipresentasikan kepada tim juri adalah berbagai inovasi yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di bidang pemerintahan, Trimulyo menghadirkan SIDAMPAK (Sistem Informasi Database Administrasi Kependudukan) yang mampu mewujudkan pengelolaan data kependudukan secara tertib, valid, dan terintegrasi sehingga mengantarkan Kalurahan Trimulyo meraih Juara I Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Selain itu terdapat SIGANTARA, sistem informasi geospasial berbasis Web GIS yang mendukung pembangunan berbasis data spasial, serta Digitalisasi Terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan administrasi dalam satu ekosistem digital. 

Di sektor ekonomi, Pemerintah Kalurahan mengembangkan PADI (Pasar Digital Trimulyo) sebagai media pemasaran produk UMKM dan potensi lokal. Platform tersebut menjadi sarana digital yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Pengembangan pembangunan juga diperkuat melalui penyusunan Masterplan Kalurahan yang disusun secara partisipatif sebagai arah pembangunan jangka panjang. 

Komitmen terhadap pelayanan publik juga terlihat melalui berbagai inovasi sosial. Program AMARTA (Ambulans Masyarakat Trimulyo Gratis) memberikan layanan ambulans tanpa biaya bagi seluruh warga dengan dukungan pengemudi yang telah memiliki sertifikasi kompetensi. Di sisi lain, Perpustakaan Online memperluas akses literasi dan pelestarian arsip budaya secara digital, sedangkan Pos Bantuan Hukum memperkuat akses masyarakat terhadap penyelesaian persoalan hukum melalui pendekatan mediasi dan musyawarah. 

Keunggulan Trimulyo juga tercermin pada pembangunan berbasis kewilayahan. Berbagai program seperti Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), pengembangan Perkampungan Ternak Kalirase, pemanfaatan biogas dari limbah peternakan, Desa Pangan Aman, hingga keberhasilan menurunkan angka stunting melalui gerakan GEMATA HANTING menjadi bukti bahwa pembangunan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan. 

Dalam sesi klarifikasi, Tim Juri melakukan verifikasi terhadap dokumen administrasi, inovasi unggulan, implementasi program, serta berdialog langsung dengan berbagai unsur masyarakat untuk memastikan bahwa seluruh capaian yang dipaparkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Lurah Trimulyo, Cholik Harmoko, menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

"Lomba Kalurahan bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi menjadi ruang evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong."

Sementara itu, kehadiran Dinas PMK Kabupaten Sleman menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten dalam mendampingi kalurahan untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan daerah.

Klarifikasi lapangan ini diharapkan menjadi langkah penting bagi Kalurahan Trimulyo untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kalurahan terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lebih dari sekadar mengikuti kompetisi, Trimulyo telah menunjukkan bahwa pembangunan desa yang bertumpu pada inovasi, partisipasi masyarakat, dan pelestarian nilai budaya mampu melahirkan pelayanan publik yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Dengan semangat "Trimulyo Unggul, Makmur, Berbudaya", optimisme untuk meraih prestasi terbaik di tingkat DIY pun semakin menguat.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama