Kamis, 04 Desember 2025

BUMDes Tegaltirto Siap Genjot Ketahanan Pangan Lewat Integrated Farming

 


Sleman , 4 Desember 2025 — Kalurahan Tegaltirto menggelar Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskal) Ketahanan Pangan sebagai agenda penting penetapan arah pengelolaan program ketahanan pangan tahun 2025. Acara berlangsung Kamis Malam di Balai Kalurahan Tegaltirto dan dipimpin Ketua BPKal, Drs. H. Untung Sukariyadi, MM, dengan melibatkan unsur pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, lembaga desa, hingga pelaku kelompok tani.

Hadir dalam forum tersebut Panewu Anom Kapanewon Berbah, Nur Bramantyo, SE., MM, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, SE., MM, yang turut memberikan arahan terkait penguatan peran BUMDes dalam mendukung program nasional ketahanan pangan.

Muskal secara mufakat menetapkan formasi baru BUMDes Tirtomulyo Sejahtera, dengan susunan:

  • Pengawas: Prof. Junedi, Singgih Lukito, dan Bawono

  • Direktur: Bernardinus Bramono Santiko Putro

  • Sekretaris : Agus dan Bendahara : Maya

Forum juga menyetujui laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan pengesahan penyertaan modal ketahanan pangan sebesar Rp 358 juta untuk tahun 2025.

PJ Lurah Tegaltirto, Yustina, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pengurus lama sekaligus harapan besar kepada pengurus baru.
“Semoga amanah ini dijalankan secara profesional dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Panewu Anom Nur Bramantyo menegaskan kembali bahwa ketahanan pangan merupakan program nasional yang wajib dikelola oleh BUMDes sesuai ketentuan Kementerian Desa.

“BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi desa. Program ketahanan pangan ini dirancang untuk menguatkan pelaku usaha pertanian, peternakan, hingga perkebunan. Tegaltirto memiliki potensi besar untuk berkembang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas, peningkatan produktifitas, serta pemanfaatan potensi lokal UMKM dalam pelaksanaan program.

Direktur BUMDes terpilih, Bernardinus Bramono, memaparkan konsep besar Integrated Farming sebagai program unggulan yang akan digarap mulai tahun depan. Konsep ini menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Menurut Bramono, Tegaltirto memiliki modal kuat berupa SDM melimpah, tanah kas desa yang subur, serta peluang pasar hasil pertanian yang luas.
“Integrated Farming akan menambah nilai ekonomi desa, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan pangan lokal,” jelasnya.


TAPM Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Muskal. Ia menyampaikan bahwa Tegaltirto menjadi kalurahan terakhir yang menggelar Muskal Ketahanan Pangan di Sleman.

“Walaupun terakhir, semangatnya harus paling siap. Tegaltirto punya potensi besar dan bisa menjadi contoh dalam pengelolaan ketahanan pangan,” ujarnya.

Melalui penetapan pengurus baru dan arah program yang jelas, Kalurahan Tegaltirto menatap tahun 2026 dengan optimisme. Harapannya, BUMDes Tirtomulyo Sejahtera dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus pilar ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kapanewon Berbah. (guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...