Kamis, 11 Desember 2025

“Dinas PMK Gelar Roadshow Monitoring Ketahanan Pangan, Harjobinangun Tampilkan Inovasi Fattening Kambing”

 

Harjobinangun, Pakem 11 Desember 2025 — Menjelang akhir tahun, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman melakukan roadshow monitoring ketahanan pangan untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana. Kunjungan ini dipimpin oleh Kasie PPM, Siska Wulandari, S.Kom., M.M., beserta jajaran staf, dan turut didampingi oleh TAPM Kabupaten Sleman, Agung Margandhi.

Dalam rangkaian monitoring tersebut, rombongan mengunjungi Kalurahan Harjobinangun. Kedatangan tim monitoring diterima langsung oleh Lurah Harjobinangun, Fajar Akbar Kurniawan, S.E., M.Si., bersama Direktur BUMDes setempat.

BUMDes Kreatif Sukses Harjobinangun menjadi salah satu BUMDes yang menjalankan program ketahanan pangan melalui penyertaan modal sebesar Rp230.000.000. Dana ini digunakan untuk mengembangkan usaha budidaya kambing dengan sistem fattening (penggemukan), sebuah metode yang saat ini banyak diterapkan untuk memenuhi kebutuhan daging secara cepat dan efisien.

Metode fattening yang diterapkan berfokus pada:

  • Peningkatan bobot badan kambing jantan muda dalam waktu relatif singkat (3–6 bulan),

  • Pemberian pakan berkualitas tinggi, berupa hijauan segar dan konsentrat berprotein tinggi,

  • Pengelolaan kandang yang layak dan higienis,

  • Pemanfaatan sistem drylot (pakan berbasis konsentrat) atau greenlot (hijauan berkualitas) untuk pertumbuhan optimal.

Dengan pendekatan tersebut, program fattening ditargetkan mampu menghasilkan bobot ideal kambing untuk kebutuhan pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan atau meningkatnya permintaan daging di masyarakat.

Dalam monitoring tersebut, Kasie PPM Dinas PMK Sleman, Siska Wulandari, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kalurahan dan BUMDes Harjobinangun atas pelaksanaan program yang dinilai terarah dan sesuai tujuan ketahanan pangan.

Ia menegaskan pentingnya pengelolaan administrasi, kandang yang memadai, serta pengawasan pakan agar hasil penggemukan dapat maksimal dan benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi kalurahan.



TAPM Sleman, Agung Margandhi, turut menambahkan bahwa kegiatan ketahanan pangan harus dikelola secara profesional agar dapat berlanjut dan berkembang sebagai usaha desa yang berkelanjutan.

“Model fattening ini prospektif dan bisa menjadi contoh bagi kalurahan lain, asalkan tata kelola administrasi dan teknis terus diperkuat,” ungkapnya.

Program ketahanan pangan di Harjobinangun diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan hewani, tetapi juga memperkuat ekonomi desa melalui usaha peternakan yang terukur dan berorientasi pasar.

Roadshow monitoring ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memastikan bahwa setiap penyertaan modal benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan desa. (guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...