Gayamharjo, Sleman , 9 Desember 2025 — Menjelang akhir tahun 2025, suasana Kalurahan Gayamharjo kembali dibuat hangat oleh kegiatan monitoring dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Meski sempat “ngesot tipis” dari jadwal semula, penyaluran akhirnya berjalan lancar berkat koordinasi Kamituwo Ari Ratna Wati yang dibantu stafnya, Supriyanto.
Monitoring resmi dihadiri oleh TAPM Kabupaten Sleman, Agung Margandhi, yang didampingi Pendamping Lokal Desa Triyanto. Ada 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Gayamharjo, seluruhnya warga miskin yang berstatus janda maupun duda, dan tidak menerima bansos jenis lain.
Yang unik, sebagian penerima datang diwakili sanak saudara dengan membawa surat kuasa. Bukan tanpa alasan para penerima ini ada yang sudah renta, ada yang sakit, bahkan ada yang sudah tidak mampu pergi jauh. Kamituwo pun memastikan, bila tidak ada keluarga yang bisa mewakili, pihak kalurahan siap mengantarkan BLT langsung ke rumah warga. Benar-benar layanan “antar berberkah”.
Di sela monitoring, Agung Margandhi sempat berbincang langsung dengan salah satu penerima, Ibu Legiyem, warga Dusun Kalinongko Lor. Dengan bahasa Jawa halus penuh kehangatan, Agung menanyakan manfaat bantuan tersebut.
Ibu Legiyem yang sehari-hari hidup sebagai janda tanpa pekerjaan tetap, langsung menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Alhamdulillah, niki sanget mbiyantu, Le. Sagêd tuku beras, lauk, lan kebutuhan dinten-dinten,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca namun tetap tersenyum.
Kamituwo Ari Ratna Wati turut menegaskan bahwa 20 penerima BLT ini sudah melalui verifikasi dan benar-benar termasuk warga yang paling membutuhkan.
“Sebagian besar janda dan duda yang tidak menerima bansos lain, bahkan beberapa sudah sangat sepuh. Jadi kalau mereka tidak bisa hadir, kami pastikan bantuannya tetap sampai,” ujarnya.
Meski penyaluran berjalan sedikit terlambat, suasana tetap hangat, guyub, dan sesekali diselingi gelak tawa kecil ketika warga saling bercanda mengenai surat kuasa atau lupa membawa kacamata untuk tanda tangan.
Akhirnya, penyaluran BLT akhir tahun ini tak hanya membawa bantuan finansial, tetapi juga menghadirkan cerita penuh kemanusiaan tentang empati, gotong royong, dan keikhlasan masyarakat Gayamharjo merawat warganya yang paling rentan.(guns)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar