Rabu, 24 Desember 2025

Gen Z Pegang BUMDes, Puyuh Kepuhsari Bertelur Ribuan Harapan

 


Kepuharjo, Cangkringan, 24 Desember 2025 - Di tengah hamparan kebun cabai dan sayur-sayuran Bumdes Kepuhsari, Kepuharjo, ada suara riuh yang bukan berasal dari pasar pagi, melainkan dari ribuan burung puyuh yang setiap hari rajin menunaikan tugasnya: bertelur. Jumlahnya bukan main, 4.500 hingga 5.000 butir per hari, membuat BUMDes Kepuhsari kerap kewalahan memenuhi permintaan pasar.

Di balik kandang komunal bekas yang kini tampil bersih, kokoh, dan tertata rapi, berdiri sosok muda Septiyan Tri Hermawan, Direktur BUMDes Kepuhsari. Generasi Gen Z yang berani totalitas ini dipercaya memegang tongkat estafet kepemimpinan BUMDes dan sejauh ini, ia membuktikan bahwa kepercayaan itu tidak salah alamat.

Dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Dinas PMK bersama TAPM, suasana kandang puyuh jauh dari kesan kumuh. Justru sebaliknya, rapi, bersih, dan dikelola dengan standar profesional. Di tengah kesibukan, Septiyan didampingi sekretaris, bendahara, dan beberapa karyawan tampak telaten mengumpulkan telur, menata, lalu mengemasnya ke dalam kotak-kotak khusus. Telur-telur puyuh itu tersusun rapi, seolah siap meluncur ke pasar tanpa perlu “dandan ulang”.

Kandang puyuh yang telah direnovasi tersebut berdiri di tengah perkebunan, diapit tanaman cabai dan sayuran. Pemandangan ini seakan menjadi simbol kolaborasi alam dan manajemen modern desa bekerja, alam mendukung.

Saat ini, BUMDes Kepuhsari masih bekerja sama dengan sebuah perusahaan dalam pemasaran maupun suplai produksi. Namun, Septiyan mengakui langkah itu masih bersifat belajar. “Pelan-pelan tapi pasti, ke depan kami ingin mandiri. Dari penjualan, penyediaan bibit, pakan, hingga obat-obatan. Kalau sudah siap, tidak perlu terlalu bergantung pihak ketiga,” ujarnya optimistis.

Pesan kehati-hatian juga datang dari Siska Wulandari, yang mengingatkan bahwa program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes harus benar-benar berjalan sesuai aturan. Terlebih, nilai penyertaan modal ketahanan pangan mencapai sekitar Rp198 juta, angka yang tidak kecil dan menuntut tanggung jawab besar.

Senada, Agung Margandhi, selaku TAPM, menekankan pentingnya tata kelola manajemen dan keuangan yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa pada akhir tahun harus disiapkan LPJ yang disampaikan dalam forum Musyawarah Kalurahan (Muskal) agar kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes terus terjaga.

Menariknya, karena dinilai berhasil, Lurah Kepuharjo bahkan menyatakan kesiapan menambah penyertaan modal. Namun, Septiyan memilih tetap membumi. Ia belum ingin tergesa-gesa, lebih memilih memaksimalkan apa yang sudah berjalan dengan baik.

“Kami mohon dukungan semua pihak. Harapannya sederhana, usaha ini benar-benar bisa mewujudkan kemandirian desa,” katanya.

Di Kepuhsari, burung puyuh bukan sekadar bertelur. Ia sedang mengerami masa depan desa.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...