Selasa, 09 Desember 2025

Rapat Koordinasi Stunting

  

 

Sleman, tanggal 4 Desember 2025 bertempat di Griya Persada Convention & Resort., berlangsung Rapat Koordinasi Stunting (Rakord) yang digagas oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sleman dengan fokus pada ketahanan keluarga dalam pencegahan stunting. Sebanyak 112 peserta yang hadir dari berbagai dinas dan instansi; Dinas P3AP2KB, Dinas Kesehatan, Bapeda, RSUD, Dinas PMK, Dinas Sosial, DLH, Dinas Pertanian, PUPKP, Dukcapil, Bagian Kesra Setda, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Pendidikan serta TAPM PIC Stunting, hal menunjukkan betapa pentingnya acara ini.  

dr. Novita Krisnaeni, M.P.H selaku Kepala Dinas P3AP2KB   dan Ketua panitia menyampaikan "Tujuan Rakord kali ini adalah meningkatkan koordinasi antar OPD melalui ketahanan keluarga dalam pencegahan stunting. Pencegahan stunting dimulai dari keluarga," ujarnya. Beliau menyampaikan bahwa pentingnya pencegahan stunting berawal dari keluarga. Sebagai bentuk penguatan keluarga, Dinas P3AP2KB melaui program pemberdayaan masyarakat untuk  menciptakan keluarga berkualitas yaitu Tri Bina Keluarga: Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL), yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan pengasuhan, dan kesejahteraan keluarga secara holistik, mulai dari balita hingga lansia, demi mencapai keluarga bahagia sejahtera dan berkualitas 

 

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, SE, yang juga Ketua TPPS, dalam sambutan dan arahanya menyampaiakan  "Tahun ini, angka stunting di Kabupaten Sleman sebesar 4,29%, turun turun 0,12 % dari tahun sebelumnya sebesar 4,41% sebuah prestasi dari hasil kerja keras bersama" Namun, Beliau juga mengingatkan bahwa semakin rendah angka stunting, semakin rumit dan kompleks masalah yang harus dihadapi. "Perlu sinergi yang kuat antar semua pihak untuk mewujudkan tujuan kita," tambahnya. 

Sesi presentasi diawali oleh Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd, dengan materi "Ketahanan Keluarga Pondasi Kemajuan Sleman". Beliau menekankan pentingnya literasi keluarga dalam pencegahan stunting. "Literasi bukan hanya soal pendidikan formal, namun juga kemampuan keluarga memahami dan menerapkan informasi kesehatan, karena belum tentu pendidikan tinggimempunyai literasi yang tinggi" jelasnya. Tidak ketinggalan, dr. R. Yuli Kristyanto, Sp.A, menyampaikan materi mengenai "Upaya Pencegahan Stunting Dengan Pola Asuh Dalam Tumbuh Kembang Anak". Beliau mendukung program dari kalurahan sebagai mandatori Perpres Nomor 72 Tahun 2019. "Program pencegahan stunting harus dimulai dari, oleh, dan untuk kalurahan," ujar dr. Yuli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...