Minggu, 21 Desember 2025

Tumpah Tawa di Ngiroboyo-Pacitan : Saat Deadline Kalah oleh Ombak

 

Ngiroboyo, Pacitan  - Setahun penuh kami hidup berdampingan dengan data, tabel, dan tenggat waktu yang saling kejar-kejaran. Hari-hari TPP Kabupaten Sleman bersama Dinas PMK Kabupaten Sleman nyaris tak pernah jauh dari kata regulasi, perencanaan, pelaksanaan, dan siklus kegiatan yang seperti roda berputar tanpa tombol jeda. Regulasi turun mendadak, waktu mepet, dan semua dituntut cepat, tepat, serta tak boleh menyeberang tahun anggaran. Kepala panas, mata lelah, tapi senyum harus tetap profesional.

Maka ketika outbound tiba, tak ada lagi yang ditahan. Semua kepenatan yang setahun dipendam akhirnya ditumpahkan… tanpa malu, tanpa ragu, tanpa tedeng aling-aling. Asli, apa adanya.

Di tepian Pantai Ngiroboyo, Pacitan, tawa menggema lebih kencang dari suara ombak. Para instruktur outbound yang masih muda-muda justru terlihat kikuk. Bukan karena kurang pengalaman, tapi karena “pesertanya” terlalu brutal terlalu lepas. Mungkin ini efek dendam kolektif setelah setahun dicekik deadline. Alih-alih peserta dikerjain instruktur, yang terjadi malah sebaliknya: instruktur jadi sasaran bullying penuh cinta dan tawa. Semua tertawa, termasuk yang jadi korban.

Outbound kali ini benar-benar menjadi ruang bebas. Bebas tertawa, bebas teriak, bebas jadi diri sendiri. Tak ada jabatan, tak ada struktur, tak ada laporan harian. Yang ada hanya kegembiraan yang mengalir deras.

Puncaknya terjadi saat susur sungai. Perahu-perahu melaju, air diserang dari segala arah, dan adu cepat jadi tontonan. Saling siram, saling kejar, saling ketawa sampai lupa usia. Parade rompi oranye membuat kami serasa pasukan SAR siap mengevakuasi stres yang hampir tenggelam. Bahkan tim dokumentasi pun nyaris bertabrakan di tengah sungai, membuat sorak sorai semakin pecah. Bukannya panik, semua justru tertawa lebih keras.

Kegiatan resmi memang usai, tapi kegembiraan menolak berhenti. Di pantai, peserta berpencar sesuai karakter. Ada yang asyik foto-foto dengan latar ombak, ada yang kejar-kejaran di tepian laut seperti anak kecil yang baru libur sekolah. Ada pula yang memilih melipir agak minggir bukan karena capek, tapi takut kulit gosong. Semua sah, semua bahagia.

Ngiroboyo siang itu menjadi saksi: di balik laporan, grafik, dan regulasi yang datang tiba-tiba, ada manusia-manusia yang butuh tertawa. Butuh bermain. Butuh jeda.

Akhir tahun yang sangat menyenangkan. Hati kembali ringan, tawa kembali penuh. Dan di antara debur ombak serta jejak kaki di pasir, terselip harapan sederhana: semoga kami masih tetap satu gerbong, satu cerita, dan satu tawa di TPP Kementerian Desa.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...