Bupati
Sleman Hadiri Penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif Kabupaten Sleman Tahun
2025
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menghadiri dan menyerahkan penghargaan kepada
pemenang lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2025, pada hari selasa
(09/12). Penghargaan tersebut diserahkan di Graha Sarana Vidi, dengan
didampingi Sekretaris Daerah Drs. Susmiarta, M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan
Kalurahan kabupaten Sleman, R. Budi Pramono, S.IP, M.Si.
Gelar juara pertama lomba kalurahan inovatif
diraih oleh Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan (150 juta), juara kedua diraih oleh kalurahan Trimulyo,
Sleman (100 juta), juara ketiga diraih oleh kalurahan Tamannartani, Kalasan (50
juta), juara harapan 1 diraih oleh kalurahan Sendangtirto, Berbah (20 juta),
juara harapan 2 diraih oleh kalurahan Girikerto, Turi (15 juta), juara harapan 3 diraih oleh
kalurahan Tirtoadi, Mlati (10 juta). Masing-masing pemenang menerima piala, piagam,
dan uang penghargaan.
Evaluasi Kalurahan inovatif ini sudah dilaksanakan selama 3 tahun berturut-turut
(2023-2025), merupakan wujud kelanjutan Program Inovasi Desa (PID) yang pernah
dilaksanakan oleh Kementerian, Daerah Tertinggal Desa tahun 2017-2019. Acara
ini mengundang 217 dari unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kab Sleman, Panewu di 17 Kapanewon, Lurah di 86
Kalurahan, Tim Juri Evkalinov (Bappeda,
Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarkat (TAPM) Kab
Sleman, PKK Kabupaten Sleman).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Kalurahan, Budi Prmana menyampaikan Penganugrahan Evaluasi Kalurahan Inovatif
di 17 kalurahan yg diajukan oleh masing-masing kapanewon. Ada perubahan parigma
dalam penentuan parameter dan indicator, ada 5 layanan dalam penilaina ini
yaitu layanan dasar, layanan administrasi, layanan esensial, layanan ekonomi
dan bisnis, dan kepemimpinan. Kunjungan dan wawancara langsung, tidak hanya
administratif tapi substansi yang berdampak langsung, kinerja kalurahan terkait
dengan reformasi kalurahan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tujuan
utama tidak sekedar memotret yang dilakukan tetapi inovasi yang mensejahterakan masyarakat. Mampu menata
ulang memberi pelayanan lebih baik dengan budaya lokal yang ada itu
substansinya
“Kalurahan sebagai Pandom atau mengarahkan, Pandum
atau memeratakan. Peran kalurahan juga membuat warganya Wareg (kebutuhan dasar
terlayani), waras (sehat), Wasis (pinter, inovatif),” pesan bapak Budi Pramono
Bapak Susmiarta
Sekda Kabupaten Sleman menyampaikan
“Evaluasi Kalurahan Inovatif, merupakan wujud
nyata komitmen bersama, kalurahan selalu berinovasi, tidak hanya kalurahan
unggul secara administratif tetapi masyarakat
yang sehat, berdaya, berbahagia, menumbuhkan rasa kebersamaan. Gagasan kreatif,
inovasi yang relevan tata kelola kalurahan, masyarakat yang adil dan merata. Inovasi
tidak boleh berhenti harus dikembangkan. “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar