Selasa, 02 Desember 2025

Menjelang Tutup Tahun, TPP Sleman Kebut Realisasi Dana Desa


Sleman, 2 Desember 2025 — Tenaga  Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Sleman menggelar rapat koordinasi (rakor) akhir tahun yang berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025. Rakor yang dihadiri oleh TAPM Kabupaten serta seluruh Koordinator Kecamatan se-Kabupaten Sleman ini membahas sejumlah isu strategis menjelang penutupan tahun anggaran 2025, khususnya terkait progres pelaksanaan Dana Desa (DD) dan penguatan kelembagaan desa.

Koordinator Kabupaten, Margiyanto, SE, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh kegiatan Dana Desa harus dapat diselesaikan pada bulan Desember ini. Ia meminta setiap Koordinator Kecamatan memastikan percepatan realisasi kegiatan di wilayah masing-masing dan mengawal prosesnya sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan tersebut, Margiyanto juga mengingatkan percepatan kelengkapan Data KDMP, terutama terkait lokasi Gerai KDMP beserta kepemilikannya yang harus disertai geotagging. Hal ini menjadi bagian penting dalam penataan data yang akurat untuk penguatan layanan masyarakat di tingkat kalurahan.

Sementara itu, PIC BUMDes menyampaikan hasil verifikasi awal Desember terkait pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan (Ketapang). Tercatat masih ada dua kalurahan yang belum melaksanakan Muskalsus Ketapang, yaitu Kalurahan Tegaltirto dan Minomartani. Selain itu, terdapat 12 kalurahan yang belum mentransfer anggaran Ketapang kepada BUMDes karena beragam kendala, antara lain kesiapan pengurus BUMDes yang masih minim, belum selesainya penyusunan LPJ, serta dinamika politik lokal yang menyebabkan terhambatnya proses pencairan.

Dari sisi penyaluran BLT Dana Desa, Heniasih, M.Si, selaku PIC BLT dan Peningkatan Kapasitas, memberikan apresiasi kepada seluruh pendamping desa. Kabupaten Sleman berhasil meraih predikat sebagai salah satu daerah dengan penyaluran BLT tercepat dan tepat waktu, berkat kerja keras pendamping dalam memastikan kelancaran proses di tingkat kalurahan.

Pandu Budi Prasetyo , SE, PIC PPM dan Media Sosial, menyoroti perkembangan positif aktivitas publikasi di media sosial oleh para pendamping. Ia mendorong seluruh anggota TPP untuk lebih aktif menginformasikan kegiatan desa sebagai bagian dari transparansi dan edukasi publik. Pandu juga mengingatkan bahwa persoalan yang muncul dalam pelaksanaan kegiatan Dana Desa umumnya terjadi karena tidak menjalankan mekanisme sesuai regulasi, sehingga pendampingan yang intens menjadi kunci penting untuk meminimalkan masalah.

Bidang perencanaan desa turut mendapat perhatian. Sigit Praptono, ST, menyampaikan bahwa progres penyusunan dokumen perencanaan desa tahun 2026 berjalan tepat waktu sesuai siklus, serta menunjukkan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Sleman yang turun signifikan sepanjang tahun ini.

Mengakhiri sesi rakor, Tutik Tri Handayani, ST., MM, menyampaikan rencana kegiatan Rakor Akhir Tahun yang akan dilaksanakan di Pacitan. Selain sebagai forum konsolidasi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan soliditas TPP Kabupaten Sleman dalam menghadapi tantangan pendampingan di tahun berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  RAKOR PERDANA TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL KABUPATEN SLEMAN BERSAMA DENGAN KEPALA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KALURAHAN KABUPATEN...