Girikerto, Sleman – Pemerintah Kalurahan Girikerto terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gerbang Merapi, berbagai inovasi dan program produktif dijalankan di kawasan Embung Semar Ndalil dengan progres pelaksanaan yang telah mencapai 80 persen hingga awal November 2025.
Program ketahanan pangan yang mengusung konsep wisata edukasi ini digarap dengan anggaran sebesar Rp 255 juta, dan ditargetkan seluruh kegiatan dapat terserap 100 persen dalam waktu dekat. Sejumlah sektor dikembangkan secara terpadu untuk memperkuat perekonomian masyarakat, mulai dari perikanan, peternakan, perkebunan, hingga pengembangan wisata dan UMKM.
Untuk sektor perikanan, embung dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ikan air tawar. Sementara di sektor peternakan, bumdes mengembangkan usaha ayam petelur yang dikelola secara mandiri. Dari sisi perkebunan, dengan menanam tales dan pohon kelengkeng, serta mengembangkan budidaya melon super dengan sistem greenhouse di sekitar kawasan embung.
Tak hanya fokus pada produksi pangan, kawasan Embung Semar Ndalil juga disiapkan menjadi destinasi wisata edukatif. Keindahan alam dan potensi embung akan dipadukan dengan pembangunan resto dan area pemasaran produk UMKM lokal. Menariknya, sejumlah pihak ketiga mulai memberikan dukungan, termasuk pembangunan beberapa pendopo cantik untuk memperindah kawasan dan menunjang aktivitas wisata.
Kegiatan monitoring pelaksanaan program ini dipimpin langsung oleh Lurah Girikerto, H. Sudibyo, S.Pd, didampingi oleh Ulu-ulu Dwi Rahmad. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Direktur BUMDes Gerbang Merapi, Muhammad Saefudin, bersama seluruh pengurus BUMDes, serta pendamping desa Niken Andry Astuti dan Riswanto.
Lurah Girikerto, H. Sudibyo, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.
“Kami sangat bangga dengan semangat dan kolaborasi antara pemerintah kalurahan, BUMDes, dan masyarakat. Program ketahanan pangan ini tidak hanya memperkuat ekonomi warga, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru bagi Girikerto,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi dan dukungan yang terus mengalir, kawasan Embung Semar Ndalil diproyeksikan menjadi ikon wisata edukasi ketahanan pangan di wilayah lereng Merapi, sekaligus bukti nyata bagaimana desa mampu mandiri, berdaya, dan berinovasi untuk kesejahteraan warganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar