Tirtoadi, Mlati, Sleman, 14 November 2025 - Penilaian akhir Lomba Kalurahan Inovatif 2025 di Kalurahan Tirtoadi berlangsung hangat meski diguyur hujan rintik-rintik. Udara sejuk dan suasana akrab semakin menguatkan semangat seluruh pemangku kepentingan yang hadir, termasuk Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, para pamong, tokoh masyarakat, hingga media nasional yang turut meliput momen penting ini.
Lurah Tirtoadi membuka acara dengan ucapan selamat datang serta harapan agar kegiatan ini mendorong masyarakat terus berinovasi menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Ia menegaskan pentingnya literasi teknologi yang berdampak positif bagi warga, sekaligus memaparkan berbagai prestasi gemilang yang diraih Tirtoadi sepanjang 2024.- 2025
Beberapa capaian unggulan antara lain:
-
Pengelolaan keuangan terbaik tingkat kabupaten,
-
Inovasi pengolahan maggot bekerja sama dengan Gapoktan dan KWT, dengan nilai jual Rp2.000/gram dan pemasaran yang telah menjangkau seluruh Indonesia,
-
Mesin pengolahan sampah berkapasitas 1 ton per hari,
-
Kekuatan UMKM kerajinan bambu dan batik,
-
Serta inovasi pertanian berbasis lahan sempit melalui model farming (sayuran, ikan, dan ayam) sebagai solusi berkurangnya lahan hijau akibat pembangunan jalan tol.
Kepala Dinas PMK, R. Budi Pramono, SIP, MSi, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk karya, tetapi harus berperan sebagai pandom—yang memberi arahan—dan pandum—yang memberi kesejahteraan bagi masyarakat. Ia menyampaikan tiga prinsip Warek, Waras, Wasis: masyarakat mudah mendapatkan bekal kehidupan, layanan kesehatan, serta kemampuan menempatkan diri sebagai warga yang berdaya. Lomba ini, menurutnya, menjadi ruang tumbuhnya ide-ide segar untuk membentuk inovasi yang lebih maju dan relevan.
Apresiasi juga datang dari perwakilan tim juri, dr. Seruni Anggreeni Susila, MPH, yang kagum pada kemampuan pamong Tirtoadi memberikan jawaban komprehensif serta menghadirkan pelayanan yang benar-benar baru. Ia menilai Tirtoadi layak dijadikan pilot project berkat kualitas layanannya yang unggul dan konsisten.
Sementara itu, Panewu Mlati Drs. Arifin menyoroti keberhasilan Tirtoadi dalam pemberdayaan masyarakat, terutama pada pengelolaan sampah dan maggot. Ia menyampaikan bahwa proposal terkait program unggulan Tirtoadi bahkan telah sampai ke tingkat pusat di Jakarta, dan diharapkan segera terealisasi. Dengan penuh semangat ia menutup dengan pantun:
“Jalan-jalan ke Tirtoadi, mengevaluasi dengan gembira.
Tirtoadi melayani dengan hati, sudah selayaknya menjadi juara.”
Momentum penilaian terakhir ini menjadi gambaran bahwa Tirtoadi bukan hanya kalurahan yang berinovasi, tetapi juga yang mampu menggerakkan warganya untuk maju bersama. Semangat, kolaborasi, dan pelayanan berbasis hati menjadikan Tirtoadi layak menjadi contoh bagi banyak daerah lainnya.
hebat sudah selayaknya di nilai sesuai apa adanya
BalasHapusObyektif.....
Hapus