Sleman, 10 November 2025 - Kabupaten Sleman kembali menggelar Lomba Kalurahan Inovatif Tahun 2025, sebuah ajang bergengsi yang menjadi wadah bagi kalurahan untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini telah berlangsung mulai 29 Oktober hingga 6 November 2025, diawali dengan tahapan penilaian administrasi, di mana setiap kalurahan peserta mengunggah bukti dukung berupa dokumen dalam bentuk soft file melalui tautan Google Form yang telah disediakan panitia.
Selanjutnya, tahapan klarifikasi lapangan dilaksanakan pada 10–14 November 2025, dengan dibagi menjadi empat kelompok tim juri yang turun langsung meninjau kalurahan peserta. Pada hari pertama penilaian lapangan, tim juri melakukan kunjungan di empat lokasi sesuai kelompok tim, untuk hari pertama yaitu Kalurahan Maguwoharjo, Glagaharjo, Sumberagung, dan Sendangagung.
Suasana penyambutan di setiap kalurahan berlangsung meriah dan hangat, diawali dengan tarian selamat datang yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Lurah dan Panewu setempat, serta penilaian terhadap dokumen inovasi dan pelayanan kalurahan oleh dewan juri.
Pada kesempatan tersebut, Penjabat (PJ) Lurah Maguwoharjo, Muhammad Falak Susanto, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 38 Tahun 2022. Ia menegaskan bahwa lomba kalurahan inovatif merupakan ajang tahunan yang pada tahun-tahun sebelumnya digelar dengan sangat meriah. Namun, tahun ini pelaksanaannya lebih efisien, sesuai dengan arahan Bupati Sleman, tanpa mengurangi esensi kegiatan.
Falak Susanto juga menyampaikan optimismenya bahwa Kalurahan Maguwoharjo mampu meraih hasil terbaik dalam lomba ini. Selain itu, ia mengumumkan bahwa pada 16–22 November mendatang, Maguwoharjo akan menggelar “Maguwoharjo Ekspo”, sebuah kegiatan yang mengangkat potensi ekonomi dan budaya lokal, dan akan dibuka secara resmi oleh GKR Mangkubumi. Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan “Maguwoharjo Bersholawat” bersama Gus Yusuf.
Sementara itu, Panewu Depok, Djoko Muljanto, SP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kemajuan Kalurahan Maguwoharjo. Ia menyoroti peningkatan kepuasan pelayanan publik, serta kemajuan produk-produk unggulan seperti hasil Gapoktan, KWT, dan UMKM yang semakin berkembang. Djoko juga menilai bahwa inovasi berbasis digital di Maguwoharjo telah menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Dengan mengusung slogan “Prasojo lan Mitayani” (Sederhana namun dapat dipercaya), Panewu Depok berharap penilaian dewan juri dapat dilakukan secara obyektif dan profesional, serta jika terdapat kekurangan, dapat dijadikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan ke depan. Ia menambahkan bahwa penilaian lomba terbagi dalam lima instrumen utama, yakni Layanan Esensial, Layanan Dasar, Ekonomi dan Bisnis, Administrasi dan Kepemimpinan.
Setelah seluruh rangkaian penilaian lapangan selesai dilakukan, kegiatan ditutup dengan sambutan Ketua Tim Rombongan Juri, yaitu Ibu Ekowati, SH dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, yang menyampaikan kesan dan pesan atas hasil klarifikasi lapangan.
Tidak dapat dipungkiri, antusiasme dan kesibukan kalurahan peserta dalam mempersiapkan lomba ini sangat tinggi. Seluruh proses persiapan juga mendapat dukungan penuh dari para pendamping desa, yang turut berperan penting dalam mendampingi kalurahan menghadapi penilaian administrasi maupun klarifikasi lapangan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus tumbuh, diharapkan Lomba Kalurahan Inovatif Kabupaten Sleman Tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi motivasi bagi setiap kalurahan untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar