Bumdes Makmur Mandiri Sendangtirto mengusung visi besar, yakni menjadi lembaga usaha desa yang berkualitas dan mampu melayani masyarakat untuk mencapai kesejahteraan bersama. Visi tersebut sejalan dengan kekayaan potensi Desa Sendangtirto yang melimpah, mulai dari pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian, peternakan, serta usaha mikro dan kecil, keberadaan Pasar Tradisional Tegalsari, potensi wisata alam Lembang Kalkun, industri kecil, hingga wisata berbasis sumber daya air. Tak heran jika perlahan namun pasti, tingkat kesejahteraan masyarakat Sendangtirto terus menunjukkan peningkatan.
Di balik roda usaha Bumdes Makmur Mandiri, sosok Bayu Satriyo Nugroho selaku direktur tampil dengan gaya kepemimpinan yang cukup unik. Sebagai seorang pengusaha tulen, Bayu tidak terlalu larut dalam rutinitas administrasi yang menurutnya bisa menyita energi. Fokus utamanya adalah bagaimana membaca peluang, menangkap momentum, dan mengubahnya menjadi keuntungan. Gaya inilah yang kerap membuat rekan-rekan kerjanya sedikit kewalahan, terutama ketika berhadapan dengan tuntutan administrasi kelembagaan.
Hal tersebut terlihat saat Tim Monitoring dari Dinas PMK melakukan kunjungan evaluasi. Secara administratif, dokumen Bumdes Makmur Mandiri memang masih terbilang minim. Namun kekurangan tersebut terbayar dengan paparan lisan yang lugas dan meyakinkan dari sang direktur. Beragam unit usaha yang telah dijalankan, baik dengan skema kemitraan maupun dikelola secara mandiri, mampu menunjukkan bahwa Bumdes ini benar-benar bergerak dan menghasilkan.
Sejak tahun 2022, Bumdes Makmur Mandiri telah mengembangkan unit usaha berbasis kemitraan di bidang kuliner, perikanan, dan pengelolaan sampah. Sementara itu, pada tahun 2025 Bumdes mendapatkan penyertaan modal program ketahanan pangan sebesar Rp 343.386.000,- yang dialokasikan untuk pengembangan peternakan ayam petelur, juga melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Saat ini unit usaha tersebut masih dalam tahap persiapan lahan, mengingat dana baru ditransfer pada akhir Desember. Ke depan, produksi telur ayam petelur ini diharapkan mampu memasok kebutuhan dapur-dapur MBG di Wilayah Berbah dan sekitarnya.
Kunjungan monitoring yang dipimpin oleh Siska Wulandari, didampingi Agung Margandhi dan Tim, disambut dengan penuh antusias. Jajaran Pemerintah Kalurahan Sendangtirto mulai dari Lurah, Carik, Ulu-ulu, hingga pamong lainnya serta seluruh pengurus Bumdes, di sela kesibukan masing-masing, tetap meluangkan waktu untuk hadir hingga kegiatan monitoring selesai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan unit-unit usaha yang telah berjalan, dilanjutkan dengan melihat langsung lokasi rencana pengembangan unit usaha ketahanan pangan. Arif Harjanto, selaku Pendamping Desa, setia mengawal proses monitoring dari awal hingga akhir, memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai agenda.
Dalam sambutannya, Lurah Sendangtirto Amir Junawan, yang secara ex officio menjabat sebagai penasihat Bumdes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas evaluasi yang diberikan. Ia berharap ke depan Bumdes Makmur Mandiri dapat semakin baik, semakin maju, dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat.
Tim monitoring sendiri memberikan beberapa catatan penting, khususnya terkait tata kelola manajemen administrasi dan keuangan, agar dijalankan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Hal ini diperlukan demi mewujudkan prinsip pengelolaan Bumdes yang transparan, akuntabel, profesional, dan bertanggung jawab.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Bumdes Makmur Mandiri menyampaikan komitmennya untuk segera melakukan pembenahan, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan dokumen agar lebih tertata dengan baik. Sebuah langkah yang diharapkan mampu menyeimbangkan antara insting bisnis yang tajam dengan tata kelola kelembagaan yang kuat.(guns)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar