SELAMAT DATANG DI WEBSITE TPP SEMBADA : MEDIA INFORMASI DAN EDUKASI PEMBANGUNAN DESA YANG MENGHADIRKAN PRAKTIK BAIK, INOVASI SERTA PENDAMPINGAN MENUJU DESA MENDIRI, SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING. >

Rabu, 15 April 2026

Panen Perdana BUMKal “Cahaya Selo”: Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan di Selomartani

 


SLEMAN – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti area pertanian di Kalurahan Selomartani, Sleman, Rabu (15/4/2026). Hari itu menjadi momen bersejarah bagi Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) “Cahaya Selo” yang sukses menggelar panen raya perdana budidaya jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

Acara ini dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah kalurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, unsur TNI-Polri, hingga pendamping desa dan kelompok tani. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi desa.

Lurah Selomartani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengelola BUMKal. Ia menilai keberhasilan panen ini bukan sekadar hasil pertanian, tetapi bukti nyata transformasi lahan tidak produktif menjadi lahan subur yang bernilai ekonomi.

“Ini momen yang membahagiakan. Dengan penyertaan modal sebesar Rp315 juta, baru sekitar Rp80 juta yang dimanfaatkan, namun hasilnya sudah terlihat. Bahkan hasil panen ini sudah diminati pembeli. Ke depan, masih ada potensi sekitar 3 hektare tanah kas desa yang bisa dioptimalkan,” ujarnya.

Dari sisi pertahanan dan ketahanan wilayah, Danramil Kalasan menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari agenda nasional. Ia mengapresiasi langkah Selomartani yang dinilai berhasil memanfaatkan potensi pertanian secara optimal.

“Selomartani sudah membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa diwujudkan dari desa, dengan memanfaatkan potensi yang ada,” tegasnya.

Perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman turut memberikan pandangan inspiratif. Menurutnya, panen ini bukan hanya hasil kerja keras, tetapi juga “panen keberanian” dalam mengambil keputusan besar mengubah lahan tidur menjadi produktif.

“Ini bukti nyata bahwa program nasional bisa diwujudkan dari desa. Silakan terus berinovasi dan kembangkan potensi yang ada,” pesannya.

Sementara itu, Kepala UPTD BP4 Wilayah Kalasan menyoroti pentingnya optimalisasi lahan di tengah berkurangnya luasan lahan pertanian di Sleman.

“Dulu lahan hijau di Sleman sekitar 18.000 hektare, sekarang tinggal 15.000 hektare. Maka momentum seperti ini harus terus didorong, agar lahan yang belum termanfaatkan bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Panen raya ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa berbasis potensi lokal. BUMKal “Cahaya Selo” berhasil menunjukkan bahwa dengan kolaborasi, keberanian, dan pengelolaan yang tepat, desa mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, Selomartani diharapkan tidak hanya menjadi contoh di tingkat kapanewon, tetapi juga inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sleman dan sekitarnya (guns)

1 komentar:

  1. Memberi kepercayaan pada desa, bahwa orang Desa pasti bisa. Semangat Bro

    BalasHapus

Panen Perdana BUMKal “Cahaya Selo”: Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan di Selomartani

  SLEMAN – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti area pertanian di Kalurahan Selomartani , Sleman , Rabu (15/4/2026). Hari itu m...