Minggu, 01 Februari 2026

Ajib Santoso, SH: Melangkah Pelan tapi Pasti Menata BUMDes Tirta Jaya Nogotirto


Nogotirto,Sleman -  Kepercayaan adalah amanah. Prinsip itulah yang tampak melekat dalam setiap langkah Ajib Santoso, SH, Direktur BUMDes Tirta Jaya Nogotirto. Berlatar belakang sebagai pengusaha, Ajib dipercaya Pemerintah Kalurahan Nogotirto untuk menahkodai BUMDes menggantikan direktur sebelumnya yang telah purna tugas.

Tak butuh waktu lama bagi Ajib untuk beradaptasi. Unit-unit usaha seperti pasar, perdagangan, hingga event organizer bukanlah hal baru baginya. Namun kali ini, tantangannya berbeda. Ia tidak hanya mengelola bisnis, tetapi juga mengemban tanggung jawab publik.

“Ini bukan sekadar usaha, tapi uang negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” begitu prinsip kehati-hatian yang ia pegang teguh.

Dengan pendekatan pelan tapi pasti, Ajib mulai melakukan penataan menyeluruh mulai dari manajemen organisasi, administrasi, hingga tata kelola keuangan agar berjalan sesuai regulasi. Ia menggandeng sekretaris dan bendahara yang masih fresh graduate, penuh idealisme dan semangat belajar, untuk membangun sistem kerja yang transparan dan profesional sejak awal.

Ujian nyata datang ketika Tim Monitoring dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman turun langsung ke lapangan. Perjalanan menuju lokasi unit usaha ketahanan pangan bukan perkara mudah. Titik koordinat di Google Maps yang dibagikan membuat rombongan harus memutar beberapa kali, menyusuri pemukiman warga, hingga akhirnya tiba di sebidang lahan pertanian kebun pepaya yang baru mulai tumbuh.

Lahan tersebut merupakan bagian dari unit ketahanan pangan BUMDes Tirta Jaya. Pada tahun 2025, BUMDes menerima penyertaan modal sebesar Rp 339.069.500, yang dialokasikan untuk pengembangan budidaya ayam petelur. Saat ini, unit tersebut masih dalam tahap pembangunan kandang. Selain itu, BUMDes juga menjalin kemitraan dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk budidaya sayuran dengan sistem bagi hasil, sebagai upaya memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hujan deras mengiringi kegiatan monitoring hari itu. Meski cuaca kurang bersahabat, tim tetap menyusuri seluruh unit usaha. Mereka diterima oleh jajaran pengurus BUMDes, perwakilan KWT, serta unsur pamong kalurahan yang turut hadir, yakni Carik dan Ulu-ulu. Setelah peninjauan lapangan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan dokumen administrasi dan keuangan guna memastikan kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan.

Secara geografis, Kalurahan Nogotirto memiliki posisi strategis. Berada di jalur arteri primer Ringroad Barat yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Nogotirto tumbuh sebagai kawasan penyangga kota yang dinamis dengan aksesibilitas tinggi. Potensi inilah yang menjadi modal besar bagi pengembangan BUMDes ke depan.

Bagi Ajib Santoso, membangun BUMDes bukan soal kecepatan, melainkan ketepatan. Dengan analisis matang, tata kelola yang tertib, dan kemitraan yang adil, ia berharap setiap unit usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Nogotirto.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUMKal SEMAR Sampaikan LPJ Tahun Buku 2025, Komitmen Transparansi dan Penguatan Ekonomi Kalurahan Margorejo

  SLEMAN — Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) SEMAR menggelar Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawa...