Rabu, 04 Februari 2026

Inovasi Wisata dan Ketahanan Pangan, BUMKal Boko Makmur Jadi Andalan Bokoharjo

 

BUMKal Boko Makmur Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu badan usaha milik kalurahan berprestasi dengan tingkat pendapatan yang terus meningkat. Fokus utama pengelolaan berada pada sektor pariwisata berbasis potensi lokal, khususnya kawasan cagar budaya di sekitar Candi Boko dan Candi Banyunibo.

Beragam inovasi wisata terus dikembangkan, salah satunya melalui kegiatan ekonomi kreatif bertajuk “Sunday Morning Candi Banyunibo”, yang menjadi ruang interaksi wisata, budaya, dan UMKM lokal. Pengelolaan kawasan wisata candi ini tidak hanya menghidupkan sektor pariwisata Prambanan, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Kalurahan (PADes) Bokoharjo.

Dalam rangka memastikan tata kelola berjalan optimal, tim monitoring dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) melakukan kunjungan dan evaluasi langsung ke BUMKal Boko Makmur. Rombongan diterima oleh Pamong Kalurahan Bokoharjo, jajaran pengurus BUMKal, serta para manajer unit usaha, sebelum melakukan kroscek administrasi dan peninjauan lapangan ke sejumlah unit yang dijalankan.

Selain sektor wisata, BUMKal Boko Makmur juga mengelola unit ketahanan pangan yang pada tahun 2025 memperoleh tambahan penyertaan modal sebesar Rp260 juta. Dana tersebut diperuntukkan bagi pengembangan budidaya penggemukan kambing, persewaan alat dan mesin pertanian berupa traktor, serta kemitraan pertanian bersama kelompok petani milenial dengan konsep bagi hasil.

Direktur BUMKal Boko Makmur, Muhamad Efendi, memaparkan bahwa hingga tahun berjalan ini, BUMKal mampu menyumbang PADes sekitar Rp75 juta, yang berasal dari pembagian 30 persen laba bersih sesuai Anggaran Dasar BUMKal, dan angka tersebut belum termasuk kontribusi dari unit ketahanan pangan.

“Untuk unit ketahanan pangan, kami mohon maaf karena laporan detailnya belum dapat kami sajikan saat ini. Namun kami pastikan pada saat Laporan Pertanggungjawaban BUMKal Tahun 2025 yang dijadwalkan akhir Februari nanti, seluruh laporan akan tersaji secara lengkap dan akuntabel,” ujar Efendi.

Sebagai BUMKal di Kabupaten Sleman yang masuk dalam kategori pemeringkatan maju, Boko Makmur optimistis mampu mencapai target pengembangan usaha pada tahun 2026 sesuai program yang telah direncanakan. Sektor wisata menjadi penopang utama, terlebih dengan tren kunjungan wisata yang terus meningkat berkat kreativitas dan inovasi pengelola unit wisata.

Pantauan di lapangan menunjukkan geliat wisata yang tetap ramai bahkan di luar akhir pekan. Menjelang sore hari, kawasan wisata masih dipadati pengunjung, termasuk wisatawan yang menikmati sensasi jeep offroad, dengan suasana riang dan penuh antusiasme.

Sementara itu, perwakilan tim monitoring dari Dinas PMK, Siska Wulandari, menekankan pentingnya tata kelola administrasi yang tertib dan transparan. Menurutnya, administrasi yang baik merupakan wujud nyata akuntabilitas pengelolaan BUMKal kepada pemerintah kalurahan dan masyarakat.

“Manajemen administrasi yang rapi dan tertib sangat penting, karena menjadi dasar kepercayaan dan keberlanjutan usaha BUMKal,” tegasnya.

Ulu-ulu Kalurahan Bokoharjo yang turut mendampingi kegiatan monitoring menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas evaluasi yang dilakukan. Ia berharap masukan dari Dinas PMK dapat menjadi bahan koreksi dan penguatan bagi Pemerintah Kalurahan Bokoharjo, khususnya dalam pengelolaan BUMKal Boko Makmur ke depan.

“Evaluasi ini menjadi bekal penting bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja BUMKal agar semakin memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUMKal SEMAR Sampaikan LPJ Tahun Buku 2025, Komitmen Transparansi dan Penguatan Ekonomi Kalurahan Margorejo

  SLEMAN — Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) SEMAR menggelar Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawa...