Rabu, 04 Februari 2026

Menanjak ke Pucuk Wukirharjo, Menyusuri Ketahanan Pangan dari Lereng Prambanan

 

Wukirharjo, Prambanan - Siang itu matahari terasa lebih dekat dengan kepala. Jalanan menanjak, sempit, dan berkelok membawa rombongan tim monitoring memasuki wilayah Kalurahan Wukirharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Inilah sisi lain Sleman bukan perkotaan, bukan pula dataran landai melainkan desa pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul.

Wukirharjo adalah desa agraris. Mayoritas warganya hidup dari tanah: menanam jagung, merawat pisang Uther, dan mengolah hasil pertanian demi kemandirian pangan. Potensi lokal inilah yang kemudian dirajut menjadi kekuatan ekonomi melalui BUMKal Wukir Mandiri, badan usaha milik kalurahan yang berdiri sejak tahun 2018.

Perjalanan menuju lokasi unit usaha ketahanan pangan tak bisa dilalui kendaraan. Rombongan harus berjalan kaki, menyusuri jalur menanjak yang cukup ekstrem di antara hutan dan lahan pertanian. Nafas tersengal, peluh menetes, tawa pun pecah sebuah pengakuan jujur bahwa Sleman tak melulu kota dan dataran.

Di sepanjang jalan, sapaan hangat warga menyambut. Para petani yang berpapasan memanggul rumput pakan ternak, tersenyum dan menyapa ramah. Keramahan itu seolah menjadi penawar lelah, mempertegas karakter desa yang hidup dari gotong royong.

Sesampainya di lokasi, berdiri sebuah kandang kambing komunal berbentuk panggung berukuran kurang lebih 10 x 20 meter. Kambing-kambing tampak gemuk, bersih, dan sehat pertanda pengelolaan yang serius. Unit usaha ini dijalankan dengan konsep kemitraan kelompok, menjadi bagian dari upaya ketahanan pangan berbasis komunitas.

Direktur BUMKal Wukir Mandiri Krisyanto  memaparkan bahwa dari total penyertaan modal Rp200 juta, hingga saat ini baru Rp100 juta yang direalisasikan. Bukan tanpa alasan. Kehati-hatian menjadi prinsip utama dalam menjalankan usaha.

“Kami tidak ingin gegabah. Ini uang negara, uang publik, yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, jika unit usaha ini terbukti memberikan hasil yang baik, pengembangan akan terus dilakukan. Namun jika secara bisnis tidak menjanjikan secara maksimal, BUMKal siap mengalihkan pengembangan ke unit usaha lain yang lebih potensial.

Selain ketahanan pangan, BUMKal Wukir Mandiri telah mengelola sejumlah unit usaha lain. Di antaranya pengelolaan taman parkir kawasan wisata Obelix, taman kuliner, serta unit internet desa yang kini telah melayani sekitar 70 pelanggan jaringan, bahkan merambah ke luar wilayah Wukirharjo.

Kegiatan monitoring ini turut dihadiri oleh Lurah Wukirharjo Turaji, S.E., Carik, serta seluruh pengurus BUMKal. Di pucuk gunung, dalam suasana sederhana namun hangat, diskusi berlangsung terbuka dan cair.

Perwakilan tim monitoring dari Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari, menyampaikan sejumlah catatan berdasarkan hasil tinjauan langsung unit usaha dan administrasi. Ia menegaskan bahwa menjalankan usaha desa memang menuntut kehati-hatian, perhitungan matang, dan kemampuan membaca peluang.

“BUMKal harus sabar, teliti, dan adaptif. Tidak semua peluang harus langsung diambil, tapi harus dipahami risikonya,” ungkapnya.

Sementara itu, Agung Margandhi, selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Keuangan adalah kunci. Jika tata kelola keuangan kuat dan terbuka, kepercayaan publik akan terjaga, dan BUMKal bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Lurah Turaji, S.E. menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas monitoring serta evaluasi yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi akan menjadi bahan koreksi dan pembelajaran bagi Pemerintah Kalurahan Wukirharjo dan BUMKal Wukir Mandiri ke depan.

Di lereng pegunungan itu, di antara jalan terjal dan kandang kambing komunal, Wukirharjo menegaskan satu hal: ketahanan pangan dan kemandirian desa dibangun dengan kesabaran, kehati-hatian, dan kejujuran dalam mengelola amanah publik.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUMKal SEMAR Sampaikan LPJ Tahun Buku 2025, Komitmen Transparansi dan Penguatan Ekonomi Kalurahan Margorejo

  SLEMAN — Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) SEMAR menggelar Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawa...