SLEMAN – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Kridha Kretiya Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, menunjukkan perkembangan usaha yang menjanjikan dalam pengelolaan program ketahanan pangan berbasis peternakan kambing. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman pada Rabu (4/2/2026)
Kegiatan Monev ini dilakukan untuk menilai pelaksanaan program usaha BUMKal yang didanai dari Dana Desa Program Ketahanan Pangan. Pada Desember 2025 lalu, BUMKal Kridha Kretiya menerima alokasi dana sebesar Rp219,2 juta yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan unit usaha peternakan kambing jenis Savera, sesuai hasil Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus).
Dalam realisasinya, BUMKal membeli 10 ekor kambing betina lima di antaranya dalam kondisi bunting—serta memperoleh satu ekor kambing jantan sebagai bonus. Hasilnya mulai terlihat. Tiga ekor kambing telah melahirkan, dan anak kambing dijual pada usia sekitar satu minggu dengan harga Rp500 ribu per ekor. Selain itu, usaha ini juga telah menghasilkan susu kambing dengan produksi rata-rata dua liter per ekor per hari.
“Susu kambing dipasarkan langsung kepada masyarakat dengan harga Rp22 ribu per liter. Selama periode 18 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026, total produksi mencapai 41 liter dan seluruhnya terserap pasar,” demikian disampaikan pengelola BUMKal dalam pemaparan di hadapan tim Monev
Untuk menjaga kualitas produksi, pengelola menerapkan pakan fermentasi atau silase, serta menjalin kerja sama teknis dengan PT. Semesta Farm di wilayah Umbulharjo, Cangkringan. Meski demikian, tim Monev mencatat masih adanya keterbatasan sarana pendukung, khususnya alat penyimpanan susu yang saat ini baru tersedia satu unit freezer. Pemanfaatan limbah kotoran kambing sebagai pupuk juga masih dalam tahap uji coba.
Dari sisi kelembagaan, BUMKal Kridha Kretiya dinilai telah memiliki legalitas yang lengkap, struktur organisasi yang jelas, serta pembagian tugas pengurus yang berjalan. Administrasi dan pencatatan keuangan sudah dilakukan, meski masih perlu penataan agar lebih sistematis dan selaras dengan standar pelaporan yang berlaku. Tim Monev juga menyoroti pentingnya penyusunan SOP operasional dan perjanjian kerja sama secara formal untuk memperkuat tata kelola usaha.
Secara umum, hasil monitoring menyimpulkan bahwa pengelolaan BUMKal Kridha Kretiya berada dalam kategori baik, dengan unit usaha berjalan aktif dan mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Gayamharjo. Ke depan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang administrasi dan keuangan melalui bimbingan teknis, menjadi salah satu rekomendasi utama agar BUMKal semakin profesional dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan Monev ini, Dinas PMK Kabupaten Sleman berharap BUMKal Kridha Kretiya dapat terus berkembang sebagai penggerak ekonomi kalurahan, sekaligus menjadi contoh pengelolaan dana ketahanan pangan yang produktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.(guns)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar