Kamis, 05 Februari 2026

Dari Sumber Air ke Sumber Harapan: Tlogoadi Menata Ketahanan Pangan Lewat BUMKal

 

Tlogoadi, Mlati - Secara harfiah, Tlogoadi berarti “sumber mata air yang baik”. Makna itu seolah menemukan wujud nyatanya di hamparan sawah yang masih luas, aliran sungai yang setia menghidupi lahan, serta denyut ekonomi warga yang terus bergerak. Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Sleman, hingga kini dikenal sebagai wilayah agraris dengan sumber air yang melimpah, dialiri Sungai Nglarang dan Sungai Bedog yang menjadi penopang utama sektor pertanian.

Pada musim hujan, padi mendominasi lanskap persawahan. Sementara di musim kemarau, palawija menjadi andalan. Tak berhenti di situ, sektor peternakan dan perikanan mulai dikembangkan sebagai potensi baru untuk meningkatkan perekonomian warga. Posisi Tlogoadi sebagai ibu kota Kapanewon Mlati juga memberi nilai strategis hanya sekitar 4,5 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sleman membuka akses ekonomi, pemasaran, dan pembangunan yang semakin luas.

Pagi itu, suasana Tlogoadi terasa istimewa. Tim Monitoring dan Evaluasi yang dipimpin oleh Siska Wulandari dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman bersama Agung Margandhi dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) disambut meriah oleh Pemerintah Kalurahan Tlogoadi. Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu diarahkan menuju kantor pemerintahan kalurahan yang telah menyiapkan penyambutan secara resmi.

Dalam sambutannya, Lurah Tlogoadi, Sutarja, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran tim monitoring. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar evaluasi administratif, tetapi menjadi ruang pembelajaran bagi pengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan tim monitoring. Semoga evaluasi ini menjadi bahan perbaikan bagi pengelola BUMKal agar ke depan usaha yang dijalankan semakin baik dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, BUMKal Tlogoadi mengelola program ketahanan pangan dengan pendekatan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat. Di sektor pertanian, BUMKal bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok tani melalui sistem bagi hasil. Beragam komoditas hortikultura seperti labu siam, pare, cabai, terong, tomat, dan mentimun dikelola langsung oleh KWT, sementara kelompok tani fokus pada pertanian padi, pembibitan, hingga layanan penyewaan traktor tanam.

Di sektor perikanan, BUMKal mengembangkan pembibitan lele dan lele konsumsi. Sementara pada sektor peternakan, pengelolaan difokuskan pada penggemukan ternak sebagai bagian dari upaya diversifikasi usaha ketahanan pangan.

Direktur BUMKal Tlogoadi, Supartono, menjelaskan bahwa saat ini BUMKal masih menitikberatkan pada pola usaha berbasis kemitraan.

“Kami masih menjalankan bisnis pemberdayaan melalui kerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat. Sambil berjalan, kami terus melakukan evaluasi apakah konsep kemitraan ini benar-benar menguntungkan semua pihak,” jelasnya.

Hal tersebut dikuatkan oleh Bendahara BUMKal, Ali Mustofa, yang menegaskan bahwa dari sisi administrasi, seluruh kerja sama telah dijalankan secara tertib dan transparan.

“Mulai dari MoU hingga administrasi pendukung lainnya kami siapkan dengan rapi. Ini menjadi komitmen kami agar pengelolaan BUMKal bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Siska Wulandari menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari tugas Dinas PMK sebagai pembina BUMKal di Kabupaten Sleman.

“Monitoring ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan BUMKal berjalan sesuai regulasi dan terus berkembang. Kami ingin BUMKal benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi kalurahan,” tegasnya.

Dengan kekuatan sektor pertanian, dukungan pemerintah melalui pelatihan dan stimulan UMKM, serta posisi wilayah yang strategis, Tlogoadi memiliki modal besar untuk berkembang sebagai kalurahan berbasis pertanian dan agrowisata terpadu. Dari sumber air yang baik, Tlogoadi terus menumbuhkan sumber harapan bagi kesejahteraan warganya. (guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUMKal SEMAR Sampaikan LPJ Tahun Buku 2025, Komitmen Transparansi dan Penguatan Ekonomi Kalurahan Margorejo

  SLEMAN — Pemerintah Kalurahan Margorejo bersama Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) SEMAR menggelar Musyawarah Kalurahan Pertanggungjawa...