SELAMAT DATANG DI WEBSITE TPP SEMBADA : MEDIA INFORMASI DAN EDUKASI PEMBANGUNAN DESA YANG MENGHADIRKAN PRAKTIK BAIK, INOVASI SERTA PENDAMPINGAN MENUJU DESA MENDIRI, SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING. >

Kamis, 09 April 2026

Kejar Target, Bangun Asa: Pengelola BUMDes Sleman Didorong Tertib LPJ dan Perkuat Jejaring Usaha

 Sleman, 9 April 2026 — Upaya memperkuat tata kelola dan pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus didorong melalui kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pengelola BUMDes se-Kapanewon Sleman. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Kapanewon Sleman ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) sekaligus memperluas jejaring bisnis BUMDes.

Acara dibuka secara resmi oleh Panewu Sleman, Rasyid Ratnadi Sosiawan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya profesionalitas dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMDes. Ia berharap BUMDes di wilayah Sleman tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi motor penggerak ekonomi kalurahan.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Rustini ini menghadirkan narasumber utama, Agung Margandhi, yang menyampaikan materi terkait laporan pertanggungjawaban BUMDes. Dalam paparannya, Agung menyoroti bahwa hingga awal April 2026, baru 2 dari 5 kalurahan di Kapanewon Sleman yang telah menyelesaikan LPJ BUMDes.

“LPJ bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi dokumen penting dalam menilai kinerja dan akuntabilitas BUMDes, termasuk sebagai syarat utama dalam proses pemeringkatan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aplikasi pemeringkatan BUMDes akan ditutup secara sistem pada 18 April 2026. Sementara itu, terdapat lebih dari 20 dokumen yang harus diunggah dalam proses tersebut, sehingga membutuhkan waktu dan ketelitian. Oleh karena itu, seluruh pengelola BUMDes dihimbau untuk segera menyelesaikan LPJ dan dokumen pendukung lainnya agar tidak tertinggal dalam proses pemeringkatan.

Tidak hanya fokus pada aspek administrasi, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber kedua, Agus Kholiq, yang memberikan materi tentang model pengembangan bisnis dan penguatan jejaring dengan pihak ketiga. Ia menekankan bahwa BUMDes perlu adaptif dan inovatif dalam mengembangkan unit usaha, serta mampu membangun kemitraan strategis.

“BUMDes tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pihak ketiga menjadi kunci dalam memperluas pasar dan meningkatkan nilai usaha,” jelasnya.

Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti setiap sesi, mengingat materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pengelolaan BUMDes saat ini. Diskusi yang berlangsung interaktif juga membuka ruang bagi para pengelola untuk berbagi pengalaman dan tantangan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh BUMDes di Kapanewon Sleman dapat segera menuntaskan kewajiban administratif sekaligus memperkuat strategi pengembangan usaha. Dengan demikian, BUMDes tidak hanya menjadi entitas formal, tetapi benar-benar hadir sebagai pilar ekonomi desa yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan. (guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Panen Perdana BUMKal “Cahaya Selo”: Dari Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan di Selomartani

  SLEMAN – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti area pertanian di Kalurahan Selomartani , Sleman , Rabu (15/4/2026). Hari itu m...