SLEMAN, 10 April 2026 - Rapat koordinasi Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Sleman yang digelar di Markas TPP Kompleks GOR Pangukan berlangsung dengan suasana penuh refleksi sekaligus semangat pembenahan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Kabupaten, Margiyanto, S.E., dan dihadiri oleh seluruh TAPM. Satu peserta, Pandu Budi, berhalangan hadir karena bertepatan dengan tugas menghadiri Musyawarah Kalurahan (Muskal) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMKal di Candibinangun, Pakem.
Dalam arahannya, Margiyanto menegaskan pentingnya melakukan “kocok ulang” baik pada PIC program maupun koordinator wilayah sebagai langkah penyegaran organisasi. Hal ini dinilai perlu mengingat dalam satu tahun terakhir, progres pendampingan khususnya dalam pengawalan program dirasakan mengalami penurunan dan bahkan tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain.
Menurutnya, tantangan yang semakin kompleks menuntut pola kerja yang lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap pendamping diharapkan mampu meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi, serta menjaga ritme kerja agar tetap adaptif terhadap dinamika di lapangan.
“Pendampingan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Kita harus mampu menunjukkan kinerja yang berdampak nyata. Ini bukan sekadar tugas, tetapi bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga kepercayaan negara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh jajaran TPP mulai dari TAPM, Pendamping Desa (PD), hingga Pendamping Lokal Desa (PLD) memiliki peran strategis dalam mengawal kebijakan dan program dari Kementerian Desa. Oleh karena itu, setiap arahan yang turun secara berjenjang harus ditindaklanjuti dengan cermat, cepat, dan tepat.
Lebih jauh, Margiyanto menekankan pentingnya menjaga marwah Kementerian Desa dengan bekerja penuh integritas dan dedikasi. Kepercayaan yang telah diberikan kepada para pendamping harus dijawab dengan kinerja yang profesional dan bertanggung jawab.
Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh TPP untuk terus memperkuat sinergi dengan para mitra kerja di tingkat kalurahan, kapanewon, hingga pemerintah daerah. Hubungan yang harmonis dan kolaboratif dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan berbagai program pembangunan desa.
“Sinergi adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kekompakan internal TPP dan hubungan baik dengan pemerintah daerah akan menentukan keberhasilan program yang kita jalankan,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali langkah, memperbarui semangat, dan mempertegas komitmen bersama. Dengan penyegaran struktur dan penguatan kolaborasi, diharapkan seluruh jajaran TPP Kabupaten Sleman mampu kembali meningkatkan kinerja pendampingan dan berkontribusi nyata dalam menyukseskan program pembangunan desa, sejalan dengan visi besar pemerintah dalam Asta Cita.(guns)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar