SLEMAN — Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Sari Makmur Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman menggelar Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Akhir Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha milik kalurahan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Dalam laporan yang disampaikan Direktur BUMKal Sari Makmur, Ir. Siswoyo, disebutkan bahwa unit usaha AIRDES sebagai usaha utama BUMKal menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025. Penjualan AIRDES tercatat mencapai Rp68.080.500 atau meningkat hingga 203 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp33.494.500.
Peningkatan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya pembenahan manajemen usaha, mulai dari penambahan sumber daya manusia, peningkatan pelayanan distribusi, hingga penggantian mesin penyulingan air dengan kapasitas produksi yang lebih besar pada September 2025. Langkah ini dilakukan guna memenuhi tingginya kebutuhan konsumen serta menjaga keberlanjutan produksi AIRDES.
Dalam forum musyawarah, pengurus BUMKal juga menyampaikan bahwa keberadaan dua karyawan yang mulai aktif sejak Mei 2024 memberikan dampak positif terhadap operasional usaha. Aktivitas produksi dan distribusi AIRDES menjadi lebih tertata sehingga penjualan mengalami tren peningkatan hampir di setiap bulan selama tahun 2025.
Selain fokus pada usaha AIRDES, BUMKal Sari Makmur juga mulai mengembangkan kerja sama usaha di sektor ketahanan pangan melalui program KETAPANG. Dari dana desa sebesar Rp336 juta lebih yang dialokasikan untuk program tersebut, sebagian telah dimanfaatkan untuk kerja sama pengembangan ternak kambing bersama kelompok masyarakat.
Meski demikian, pengurus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi. Beberapa di antaranya adalah promosi produk yang belum maksimal, keterbatasan stok galon, hingga persoalan teknis pada kestabilan listrik dan saluran produksi air RO. Namun berbagai kendala tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi pengembangan usaha ke depan.
BUMKal Sari Makmur sendiri berdiri sebagai upaya pemanfaatan potensi sumber daya lokal Kalurahan Sariharjo, khususnya sumber mata air yang kemudian diolah menjadi produk air minum AIRDES. Produk tersebut telah melalui uji laboratorium kesehatan dan menjadi bagian dari Asosiasi Depot Air Minum (ASDAM) Sleman.
Dalam penutup laporan, pengurus BUMKal berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kalurahan terus diperkuat agar BUMKal mampu tumbuh menjadi usaha mandiri yang memberikan manfaat nyata bagi warga serta mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Kalurahan di masa mendatang.
“Sinergi dan kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi keberlangsungan usaha desa. Kami ingin BUMKal hadir tidak hanya sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat,” ungkap pengurus dalam forum musyawarah tersebut.

Posting Komentar