Minggu, 18 Januari 2026

Ketahanan Pangan Sendangrejo Dievaluasi, BUMDes Siap Berbenah Berbasis Potensi Lokal

 


SENDANGREJO, SLEMAN – Kalurahan  Sendangrejo, Kapanewon  Minggir, Kabupaten Sleman, dikenal sebagai wilayah dengan kondisi tanah yang subur. Lapisan humus yang cukup tebal serta hasil panen padi yang relatif baik menjadi bukti nyata kesuburan tersebut. Mayoritas warga Sendangrejo sejak lama menggantungkan hidup dari sektor pertanian, khususnya budidaya padi.

Namun, seiring perkembangan zaman dan pesatnya pembangunan kawasan permukiman serta pertokoan, lahan persawahan di Sendangrejo perlahan mengalami penyempitan. Meski demikian, semangat bertani masyarakat tidak luntur. Pertanian padi tetap eksis dan menjadi bagian penting dalam kehidupan ekonomi warga.

Secara geografis, Kalurahan  Sendangrejo berada di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar antara 26 hingga 32 derajat Celcius, dengan curah hujan mencapai sekitar 2.704 mm per tahun. Kondisi ini didukung ketersediaan air yang memadai, salah satunya dari aliran Selokan Van Der Wijck yang menjadi sumber irigasi pertanian. Sementara untuk kebutuhan air minum, masyarakat memanfaatkan sumur gali, sumur pompa, serta layanan PDAM.

Dalam rangka memastikan pelaksanaan program nasional ketahanan pangan berjalan sesuai ketentuan Kepmendes Nomor 3 Tahun 2025, Dinas PMK Kabupaten Sleman melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejo Gemilang. Pada tahun ini, Kalurahan  Sendangrejo menerima penyertaan modal sebesar Rp245.955.000, yang difokuskan pada unit usaha peternakan dan pertanian.

Monitoring dipimpin oleh Siska Wulandari dari Dinas PMK Sleman dan didampingi Agung Margandhi dari unsur Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM). Sebelum melakukan pengecekan administrasi, tim terlebih dahulu meninjau langsung kegiatan usaha di lapangan.

Pada unit usaha peternakan kambing, ketua kelompok menyampaikan bahwa usaha tersebut menghadapi berbagai kendala. Sejumlah ternak dilaporkan mati akibat kondisi kandang yang kurang representatif, kualitas bibit yang sudah tua, serta faktor teknis lainnya. Menyikapi hal tersebut, Agus, selaku Direktur BUMDes Sendangrejo, menyatakan akan segera mengambil langkah tegas, termasuk mengembalikan kambing yang masih hidup kepada pihak penjual.

Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis usaha kelompok, unit peternakan selanjutnya direkomendasikan untuk dialihkan menjadi unit usaha perikanan. Potensi air yang melimpah di wilayah Sendangrejo dinilai lebih sesuai dan menjanjikan keberlanjutan usaha ke depan.

Sementara itu, dari unit usaha pertanian padi, ketua kelompok tani melaporkan capaian positif. BUMDes berhasil melaksanakan panen raya perdana dengan hasil penjualan mencapai Rp25 juta. Dengan modal awal sekitar Rp35 juta, unit usaha ini ditargetkan mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa secara berkelanjutan.

Usai peninjauan lapangan, tim monitoring melanjutkan kegiatan dengan pemeriksaan administrasi di ruang rapat desa. Tim diterima langsung oleh Lurah Sendangrejo, Harjanto, beserta jajaran pamong desa. Dalam sambutannya, Lurah Harjanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengelolaan BUMDes masih belum maksimal.

“Rekomendasi dari tim monitoring ini akan kami jadikan bahan evaluasi penting dan akan kami tindak lanjuti dengan sungguh-sungguh, agar BUMDes Sendangrejo dapat berjalan lebih baik dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Harjanto.

Dalam arahannya, Siska Wulandari menekankan pentingnya penyusunan analisis usaha yang matang dan sesuai dengan potensi desa, agar unit usaha yang dijalankan mampu memberikan hasil optimal dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Agung Margandhi mengingatkan bahwa tata kelola administrasi BUMDes harus dilaksanakan secara tertib, sesuai aturan, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan pengelolaan yang baik, BUMDes diharapkan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalurahan Sendangrejo.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ketahanan Pangan Sendangrejo Dievaluasi, BUMDes Siap Berbenah Berbasis Potensi Lokal

  SENDANGREJO, SLEMAN – Kalurahan  Sendangrejo, Kapanewon  Minggir, Kabupaten Sleman, dikenal sebagai wilayah dengan kondisi tanah yang sub...