Kalurahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menyimpan kekayaan potensi yang tidak sekadar indah dipandang, tetapi juga hidup dan bertumbuh bersama masyarakatnya. Desa ini menghadirkan wajah pariwisata berbasis budaya, kerajinan, dan alam pedesaan yang terpusat di Desa Wisata Diro, sebuah ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, dan pengalaman otentik khas desa.
Di Diro, wisata bukan sekadar tontonan. Pengunjung diajak terlibat langsung dalam denyut kehidupan warga. Mulai dari belajar membuat kerajinan bambu besek, menikmati seni tradisional seperti jathilan, encling, dan karawitan, hingga merasakan kehangatan kebersamaan lewat kembul dhahar. Nilai sejarah pun tetap terjaga melalui keberadaan Sendang Beji dan petilasan Ki Ageng Tunggul Wulung, yang menjadi penanda penting perjalanan budaya Sendangmulyo.
“Desa wisata ini kami bangun bukan hanya untuk dikunjungi, tetapi untuk dirasakan. Wisatawan datang, belajar, tinggal, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar salah satu pengelola Desa Wisata Diro.
Pada suatu pagi, dinamika pembangunan desa terlihat nyata ketika Tim Monitoring dan Evaluasi Dinas PMK Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Siska Wulandari, S.Kom., M.M., bersama TAPM Agung Margandhi, S.E., M.M., melakukan peninjauan langsung ke unit usaha ketahanan pangan BUMDes Mekar Mulyo, yaitu penggemukan domba Ketapang.
Di lokasi unit usaha, progres pembangunan telah mencapai hampir 90 persen. Kandang ternak, gudang, serta sarana pendukung lainnya telah berdiri kokoh, sementara hamparan rumput pakan mulai menghijau dan siap dimanfaatkan.
“Kami melihat progres yang cukup signifikan. Secara fisik dan perencanaan, unit usaha ini sudah berada di jalur yang tepat. Tinggal penguatan manajemen dan operasional agar benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ungkap Siska Wulandari di sela kegiatan monitoring.
Sementara itu, Agung Margandhi menegaskan bahwa kehadiran tim monev bukan sekadar melakukan pemeriksaan administrasi, tetapi juga memastikan arah pengelolaan BUMDes tetap sejalan dengan tujuan pemberdayaan masyarakat.
“BUMDes ini kami dorong tidak hanya selesai secara proyek, tetapi berkelanjutan. Ketahanan pangan harus berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi desa,” jelasnya.
BUMDes Mekar Mulyo kini digawangi oleh Aditya Widiantoro, sosok muda yang baru menjabat pada akhir 2025. Dengan semangat milenial, ia membawa optimisme baru dalam pengelolaan usaha desa.
“Kami ingin membuktikan bahwa anak muda desa juga mampu mengelola usaha secara profesional. BUMDes ini bukan hanya soal usaha, tapi tentang masa depan ekonomi warga Sendangmulyo,” kata Aditya Widiantoro.
Kepercayaan penuh terhadap generasi muda juga ditegaskan oleh Lurah Sendangmulyo, Budi Susanto. Menurutnya, regenerasi pengelolaan BUMDes adalah langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman.
“Kami sengaja memberi ruang kepada anak-anak muda. Harapannya, BUMDes benar-benar menjadi motor ekonomi desa dan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada sektor ketahanan pangan, Sendangmulyo juga mengembangkan unit sosial dan olahraga. Sekolah bola voli dengan lapangan yang terawat di tepian sungai menjadi simbol pembinaan generasi muda yang sehat dan berprestasi.
“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi membangun karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan anak-anak desa,” tambah Budi Susanto.
Ke depan, BUMDes Mekar Mulyo juga merencanakan penambahan unit usaha perdagangan berupa toko bahan bangunan. Seluruh sarana fisik dan modal usaha telah siap, tinggal menunggu proses perizinan pemanfaatan lahan.
“Kami ingin BUMDes punya portofolio usaha yang beragam, sehingga tidak bergantung pada satu sektor saja,” tutur Aditya Widiantoro.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengecekan administrasi di Balai Kalurahan Sendangmulyo. Dalam kesempatan tersebut, Lurah Budi Susanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi.
“Kegiatan monev ini sangat penting bagi kami. Selain sebagai evaluasi, ini juga menjadi motivasi agar pengelola BUMDes terus berbenah dan bekerja lebih profesional,” pungkasnya.
Sendangmulyo hari ini tidak hanya menawarkan pesona desa dan kekayaan budaya, tetapi juga menunjukkan bagaimana tradisi, inovasi, dan semangat generasi muda berpadu membangun kemandirian desa. Dari wisata budaya hingga ketahanan pangan, desa ini sedang menapaki jalan menuju masa depan yang berdaya dan berkelanjutan. (guns)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar