Senin, 19 Januari 2026

Slada Jadi Andalan, Trimulyo Siapkan Lahan 1 Hektar untuk Pertanian Terpadu

 

Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Kalurahan dengan luas wilayah 579 hektar ini dikenal memiliki kekuatan di sektor pertanian, mulai dari padi, hortikultura, hingga penguatan identitas budaya seperti batik nitik, dengan visi besar menjadi desa budaya yang makmur.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Trimulyo, Cholik Harmoko, STP, menerima kunjungan Tim Monitoring dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Siska Wulandari. Kegiatan monitoring diawali dengan peninjauan langsung ke lokasi program ketahanan pangan yang saat ini tengah memasuki tahap persiapan lahan seluas kurang lebih 1 hektar.

Lahan tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan integrated farming dan edukasi pertanian, dengan konsep utama budidaya sayuran hidroponik. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pengembangannya, BUMDes Tri Jaya Trimulyo menggandeng pihak ketiga sebagai mitra distributor. Kerja sama tersebut meliputi fasilitasi sertifikasi produk sayuran hidroponik, dengan kesepakatan bahwa seluruh hasil produksi akan dipasarkan melalui pihak ketiga tersebut. Saat ini, BUMDes telah melakukan uji coba penanaman berbagai jenis sayuran, seperti cabai, slada, kangkung, bayam merah, kol, bawang merah, dan beberapa komoditas lainnya. Uji coba ini bertujuan untuk menentukan jenis tanaman yang paling adaptif terhadap kondisi iklim dan lingkungan Kalurahan Trimulyo.

Dari hasil monitoring lapangan, terlihat bahwa tanaman slada menunjukkan pertumbuhan paling subur dan menjanjikan. Direktur BUMDes Tri Jaya Trimulyo menyampaikan bahwa kebutuhan mitra pihak ketiga mencapai 10 kilogram sayuran per hari secara berkelanjutan dan harus terpenuhi setiap hari. Oleh karena itu, BUMDes berencana menetapkan satu jenis sayuran unggulan yang memungkinkan panen rutin harian, dengan slada menjadi pilihan utama. Dengan estimasi pengelolaan lahan seluas 1 hektar, kebutuhan tersebut diyakini dapat terpenuhi secara kontinyu.

Pengelolaan usaha ini dijalankan dengan konsep pemberdayaan masyarakat, melalui kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Trimulyo. Pada tahun ini, BUMDes Tri Jaya Trimulyo juga memperoleh penyertaan modal sebesar Rp291.235.000, yang diharapkan mampu memperkuat pengembangan unit usaha dan keberlanjutan program.

Selain budidaya sayuran, BUMDes Tri Jaya Trimulyo turut mendukung program strategis nasional dengan menjalin kerja sama bersama Koperasi MBG (Makan Bergizi Gratis), melalui penyediaan telur dan beras hasil produksi masyarakat Trimulyo.

Dalam sambutannya, Lurah Trimulyo, Cholik Harmoko, STP, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan monitoring tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum evaluasi dan pembenahan BUMDes yang telah berdiri sejak tahun 2017, khususnya dalam aspek ketertiban administrasi dan penguatan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Siska Wulandari menyampaikan bahwa hasil monitoring, baik dari sisi lapangan maupun administrasi, menunjukkan potensi yang sangat baik. Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti, terutama terkait tata kelola administrasi dan keuangan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan monitoring ini dihadiri oleh seluruh pamong kalurahan, pendamping desa, pengurus BUMDes, serta TAPM Heniasih, M.Si, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong BUMDes Trimulyo agar semakin profesional, akuntabel, dan berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat.(guns)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Slada Jadi Andalan, Trimulyo Siapkan Lahan 1 Hektar untuk Pertanian Terpadu

  Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ketahanan pangan berbas...