Sleman — Dalam upaya memperkuat kapasitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Adi Sejahtera dan lembaga ekonomi desa lainnya, Pemerintah Kalurahan Sumberadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, menggelar sarasehan penguatan kapasitas pengelola BUMDes di RM Den Joyo Resto, Rabu 29 Oktober 2025.
Acara yang dihadiri oleh pengurus BUMDes, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, pamong kalurahan, lembaga desa, GAPOKTAN, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta tokoh masyarakat ini dibuka secara resmi oleh Lurah Sumberadi, Drs. Hadi Sunyoto. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pengelolaan BUMDes oleh sumber daya yang profesional dan kompeten akan menjadi kunci terwujudnya masyarakat Sumberadi yang makmur dan sejahtera.
Sebagai keynote speaker, hadir Murtodho, S.H., M.H., Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Provinsi DIY. Dalam paparannya, Murtodho menekankan pentingnya pengembangan unit usaha desa sebagai penopang perekonomian nasional. “Membangun Indonesia harus dimulai dari desa, karena sumber potensi ekonomi sesungguhnya ada di desa,” tegasnya.
Sementara itu, Agung Margandhi, S.E., M.M., dari TAPM Kabupaten Sleman, turut memberikan materi tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan lembaga ekonomi desa. Ia juga mengingatkan pentingnya seluruh pengurus, penasihat, dan pengawas BUMDes memahami tugas pokok dan fungsinya masing-masing agar organisasi dapat berjalan optimal.
Menambah semangat acara, turut hadir Sukasmanto dari Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas BUMDes Adi Sejahtera Sumberadi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan komitmennya untuk memaksimalkan potensi ekonomi Kalurahan Sumberadi.
“Sejak berdiri pada tahun 2018, BUMDes Adi Sejahtera memang belum mencapai hasil maksimal. Namun dengan hadirnya direktur baru, Bapak Djafar B.A., yang memiliki latar belakang sebagai aktivis pemberdayaan, kami optimistis tahun ini akan menjadi titik kebangkitan,” ungkap Sukasmanto.
Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun ini BUMDes memperoleh penyertaan modal sebesar Rp 338 juta dari program ketahanan pangan, yang akan digunakan untuk budidaya pepaya kualitas super dengan memanfaatkan tanah kas desa. Peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari reformasi pemberdayaan desa yang bersumber dari Dana Keistimewaan Pemerintah DIY.
Sesi diskusi dalam sarasehan berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagai pertanyaan dan gagasan yang konstruktif. Ketua BPKal Sumberadi Supiyati,S.SIT, M.kes menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan BUMDes dan berkomitmen untuk ikut berperan sesuai kewenangan yang dimiliki.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat desa semakin memahami pentingnya kolaborasi dalam membangun perekonomian desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
gassss polll rem blong......
BalasHapus